Explore
Connect

Doa Jawsyan Kabir Dan Terjemahan ((new))

Karena teks lengkap 100 bab sangat panjang, berikut adalah beberapa bab awal yang paling sering diresapi maknanya oleh para pencinta jalur spiritual: Bab 1: Memohon dengan Nama-Nama Dasar

Membaca doa ini diyakini melindungi diri dari penyakit, bencana, kejahatan manusia, dan gangguan jin.

Ya Sayyidas-saadaat, Ya Mujibad-da’awaat, Ya Rafi’ad-darajaat, Ya Waliyyal-hasanaat, Ya Ghafiralkhathii-aat, Ya Mu’thiyal-mas-alaat, Ya Qabilat-taubaat, Ya Sami’al-ashwaat, Ya ‘Alimal-khafiyyaat, Ya Dafi’al-baliyyaat.

Yā Khayral-ghāfirīn, yā Khayral-fātihīn, yā Khayran-nāshirīn, yā Khayral-hākimīn, yā Khayrar-rāziqīn, yā Khayral-wārithīn, yā Khayral-hāmidīn, yā Khayradz-dzākirīn, yā Khayral-munzilīn, yā Khayral-muhsinīn. doa jawsyan kabir dan terjemahan

Subḥānaka yā lā ilāha illā Anta, al-ghawts al-ghawts, khalliṣnā minan-nāri yā Rabb.

Yā Sayyidas-sādāt, yā Mujībad-da‘awāt, yā Rāfi‘ad-darajāt, yā Waliyyal-hasanāt, yā Ghāfiral-khatī’āt, yā Mu‘tiyal-mas’alāt, yā Qābilat-tawbāt, yā Sāmi‘al-ashwāt, yā ‘Ālimal-khafiyyāt, yā Dāfi‘al-baliyyāt.

Menurut riwayat, Doa Jausyan Kabir disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dalam sebuah peperangan (sebagian riwayat menyebutkan Perang Uhud). Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengenakan baju besi yang sangat berat hingga membuat tubuh beliau kepayahan dan merasa sakit. Karena teks lengkap 100 bab sangat panjang, berikut

Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan orang yang memiliki hati yang menyesatkan aku, dari kejahatan orang yang memiliki niat yang menghimpit aku, dari kejahatan orang yang memiliki akal yang mengalahkan aku, dan dari kejahatan orang yang memiliki sifat yang menghina dan merendahkan aku."

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ: يَا اللَّهُ، يَا رَحْمَنُ، يَا رَحِيمُ، يَا كَرِيمُ، يَا مُقِيمُ، يَا عَظِيمُ، يَا قَدِيمُ، يَا عَلِيمُ، يَا حَلِيمُ، يَا حَكِيمُ

(الجَوْشَنُ الْكَبِيرُ) means "The Great Armor" or "The Great Coat of Mail." Subḥānaka yā lā ilāha illā Anta, al-ghawts al-ghawts,

Subhānaka yā lā ilāha illā Anta, al-ghawts al-ghawts, khallisnā minan-nāri yā Rabb.

Apakah Anda ingin tahu cara ?

Translation (terjemahan) plays a vital role in making this prayer accessible to a global audience, including the vast Indonesian-speaking population. While the original Arabic possesses a specific phonetic beauty and rhythmic power, the translation allows practitioners to engage with the intellectual and spiritual depth of the text. For many, reading the "terjemahan" is not merely a linguistic exercise but a bridge to "ma’rifah" (deep knowledge of God). It transforms the prayer from a ritualistic recitation into a conscious dialogue. Indonesian translations often emphasize the "keindahan" (beauty) and "keagungan" (majesty) of Allah, using poetic language that resonates with the local cultural sensibilities of devotion.

, melambangkan perlindungan spiritual yang kuat bagi pembacanya.